Hubungan Konservatisme Akuntansi Terhadap Perusahaan-Perusahaan yang Mengalami Konflik Bondholders-Shareholders Seputar Kebijakan Deviden dan Peringkat Obligasi

Authors
Category Primary study
Year 2009
Penelitian ini menjelaskan tentang adanya kegunaan dan manfaat konservatisme yang secara khusus dihubungkan dengan konflik bondholder­ shareholder seputar kebijakan deviden dan peringkat obligasi yang terjadi di dalam perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai hubungan konservatisme akuntansi dengan konflik bondholders-shareholders seputar kebijakan deviden dan dengan peringkat obligasi. Proksi untuk mengukur akuntansi konservatif dihitung dengan menggunakan metode pengukuran yang digunakan oleh Givoly dan Hayn (2000) dalam Dahlia Sari (2004) yang melihat kecenderungan dari akumulasi akrual selama beberapa tahun. Akrual yang dimaksud adalah perbedaan antara laba bersih sebelum depresiasi I amortisasi dan arus kas kegiatan operasi. Apabila terjadi akrual negatif (laba bersih lebih kecil daripada arus kas kegiatan operasi) yang konsisten selama beberapa tahun, maka hal tersebut merupakan indikasi diterapkannya konservatisme. Konflik bondholder­ shareholder proksinya yaitu variabel operating uncertainty, dividend policy, leverage dan firm size sebagai variabel kontrol. Sedangkan untuk peringkat obligasi proksinya menggunakan nilai peringkat obligasi yang dikeluarkan oleh Pefindo. Hasil penelitian untuk hipotesa yang pertama menyatakan bahwa terdapat hubungan antara perusahaan yang menghadapi konflik bondholders-shareholders seputar kebijakan deviden dengan prinsip konservatif. Sedangkan untuk hipotesis yang kedua menunjukk:an bahwa terdapat hubungan positif antara prinsip konservatif dengan peringkat obligasi perusahaan. Dengan demikian, perusahaan - perusahaan yang menerapkan prinsip akuntansi yang konservatif biasanya memiliki peringkat obligasi yang lebih bagus daripada yang tidak.
Epistemonikos ID: 0cc6162c1a2f974ff7923aa521655f396c5e8300
First added on: Feb 03, 2021